![]() |
| LDKS SMP Islam Al Ummah |
Sebanyak 15 pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Islam Al Ummah mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Duran Duren, Wonosalam, Minggu (11/10/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan, memperkuat kerja sama, dan membangun komitmen dalam menjalankan organisasi sekolah.
Peserta LDKS terdiri atas tiga pengurus inti serta masing-masing empat anggota Seksi Bidang Kedisiplinan, Keislaman, dan Kreativitas. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang untuk melatih tanggung jawab, komunikasi, koordinasi, dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara berkelompok.
Kepala SMP Islam Al Ummah, Rosi Marianingtyas, S.Si., menekankan bahwa kepemimpinan tidak sebatas menduduki jabatan, tetapi juga tentang keteladanan dan kemampuan menggerakkan orang lain.
“Pemimpin bukan hanya seseorang yang berjalan di depan. Namun, pemimpin adalah seseorang yang mampu menunjukkan arah, memberikan teladan, dan melangkah bersama untuk memajukan kegiatan sekolah. Mari duduk bersama, diskusi bersama, mufakat bersama, dan melangkah bersama,” ungkap Rosi.
Pesan tersebut menjadi salah satu landasan bagi pengurus OSIS untuk membangun pola kepemimpinan yang terbuka, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat setiap anggota.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif yang menekankan pentingnya koordinasi dan kekompakan tim. Salah satunya adalah permainan menggambar menggunakan pena bertali. Setiap peserta memegang satu ujung tali yang terhubung dengan pena, kemudian menggerakkannya secara bersama-sama untuk menghasilkan gambar.
Permainan ini menuntut peserta mengatur gerakan, berkomunikasi, dan menyelaraskan strategi. Tanpa koordinasi yang baik, gambar sulit terbentuk sesuai harapan. Sebaliknya, ketika setiap anggota mampu bekerja sama, tugas dapat diselesaikan dengan lebih terarah.
Melalui aktivitas tersebut, siswa belajar bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya bergantung pada kemampuan pemimpin, tetapi juga pada kontribusi seluruh anggota. Perbedaan tugas dan tanggung jawab dalam kepengurusan OSIS perlu menjadi kekuatan untuk saling melengkapi.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja OSIS, baik di bidang kedisiplinan, keislaman, maupun kreativitas. Komitmen yang dibangun selama LDKS juga diharapkan diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sekolah.
Melalui LDKS, SMP Islam Al Ummah berharap para pengurus OSIS mampu menjadi pemimpin muda yang berkarakter Islami, kreatif, serta bertanggung jawab. Mereka diharapkan tidak hanya mampu mengelola organisasi, tetapi juga menjadi teladan dan menggerakkan berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah.
Reporter: Fairuz Izzah (SMP Islam Al Ummah)

Posting Komentar