Para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mengikuti workshop literasi yang digelar musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI SMPS Jombang di SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang, Selasa (13/10).
Kegiatan tersebut jadi upaya memperkuat budaya literasi sekaligus meningkatkan keterampilan guru dalam menghasilkan karya tulis yang edukatif dan inspiratif.
Kepala MGMP PAI SMPS Jombang, Juni Muslimin, M.Pd, menegaskan tulisan memiliki kekuatan untuk menjangkau pembaca dalam jumlah besar. Pesan tersebut ia ungkapkan melalui kalimat yang menggugah semangat peserta untuk mulai berkarya. "Peluru bisa menembus suatu pikiran, tulisan bisa menembus jutaan hati," ungkap Juni.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa tulisan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sarana menyampaikan gagasan, menyebabkan pengetahuan, dan menggerakkan perubahan Jika ucapan hanya didengar oleh orang-orang yang hadir, tulisan berpeluang dibaca oleh masyarakat luas bahkan oleh generasi yang belum pernah bertemu dengan penulisnya.
Bagi guru, kemampuan menulis menjadi bagian penting dari pengembangan profesionalisme, pengalaman mengajar, praktik baik pembelajaran, serta nilai-nilai pendidikan yang diterapkan di sekolah dapat didokumentasikan melalui karya tulis. Dengan demikian, ilmu dan pengalaman seorang pendidik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi sesama guru dan masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan ungkapan yang dinisbatkan kepada sahabat Ali Bin Abi Thalib "Ikatlah ilmu dengan tulisan." Ungkapan ini mengandung pesan bahwa ilmu perlu dicatat dan didokumentasikan agar tidak mudah terlupakan serta dapat dipelajari kembali oleh generasi berikutnya.
Suci Aristanti, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, menyampaikan pandangan mengenai manfaat menulis bagi seseorang. "Menulis adalah terapi obat dan hati," tutur Suci.
Menulis dapat menjadi ruang untuk mengolah pikiran, menyusun gagasan, dan merefleksikan pengalaman. Melalui proses tersebut, seseorang belajar memahami apa yang dipikirkan sekaligus menyampaikan pesan dengan lebih terarah. Bagi guru PAI, kegiatan menulis juga dapat menjadi sarana menyampaikan nilai-nilai keislaman secara bijaksana dan mudah dipahami.
Workshop literasi ini diharapkan mendorong para guru PAI untuk lebih percaya diri dalam menghasilkan karya tulis. Budaya literasi tidak cukup berhenti pada kegiatan membaca, tetapi perlu dilanjutkan dengan kemampuan mengolah informasi, berpikir kritis, dan menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan yang bertanggung jawab.
Pada akhirnya, guru memiliki kesempatan untuk meninggalkan jejak keilmuan melalui karya. Sebab ketika pembelajaran di kelas telah usai, tulisan dapat terus berbicara, menyampaikan pesan dan menumbuhkan inspirasi bagi pembacanya. Dari pena seorang guru ilmu dapat diwariskan dan kebaikan dapat menjangkau jutaan hati.
____________________________________________________
Terbit di Koran Surya dengan Judul "Dorong Guru PAI Buat Karya Tulis", pada edisi Jumat, 16 Oktober 2026. Penulis Liya Ni'maturrohmah (SMPQ Al Mu'anawiyah Jombang)
____________________________________________________
Kontributor yang menulis berita yang sama:
- Churil Jannah (SMP IT Misykat Al Anwar)
- Abdul Mufid (SMP Terpadu Manbaul Huda)
- Abdul Wahab (SMP Plus Al Muslimun)
- Rosita Dwi Agustin (SMP Alam Al Amin)
- Luqman Nur Ikhsan (SMP Kosgoro)
- Aminatuz Zuhria (SMP PGRI Jogoroto)
- Haerul Anam (SMP Trensains Tebuireng)
- Lailatul Fitriyah (SMP Khoririyah Sumobito)
- Muhammad Kemal Irsyadul Ibad (SMP Mambaul Maarif Denanyar)
- S. Anwar (SMP Al Azhar)
- Nur Masruhah (SMP Darul Ulum 1 Peterongan)
- Muhamad Iik Syaropah (SMP Islam Roushon Fikr)
- Sutikno (SMPIT Ar Ruhul Jadid)
______________________________________________________
Dokumentasi Kegiatan
![]() |
| Pembukaan Acara Workshop Literasi |
![]() |
| Penghargaan Tulisan Berita Terpilih |



Posting Komentar