![]() |
| Sumber: https://www.smpsains-tebuireng.sch.id/ |
Pesantren Sains Tebuireng, Jombang, membekali santri penghafal Al-Qur’an dengan pemahaman kandungan ayat melalui program kajian Kitab Tafsir Jalalain. Kegiatan ini menjadi bagian dari Pengajian Ba’da Subuh (PBS) yang dirancang untuk mendampingi santri agar tidak hanya menghafal ayat, tetapi juga memahami maknanya.
Program tersebut ditujukan khusus bagi santri kelompok tahfiz, yakni santri yang telah memenuhi kualifikasi membaca Al-Qur’an sesuai standar pesantren dan menyelesaikan tahapan pembelajaran sebelumnya.
Melalui kajian Tafsir Jalalain, para santri mempelajari makna ayat-ayat yang mereka hafalkan, terutama surah-surah dalam Juz 30 dan sejumlah surah pilihan. Pembelajaran ini diharapkan membantu santri menghayati kandungan Al-Qur’an sekaligus menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.
Pengajian menjadi bagian dari rutinitas pagi santri yang diawali dengan rangkaian ibadah sebelum dan sesudah salat Subuh. Setelah salat berjemaah, zikir, dan doa, santri mengikuti PBS sesuai dengan kelompok kemampuan masing-masing.
Dalam program PBS, santri dikelompokkan berdasarkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an. Kelompok C diperuntukkan bagi santri tingkat dasar, kelompok B bagi tingkat menengah, kelompok A bagi santri yang telah memenuhi kualifikasi membaca Al-Qur’an, sedangkan kelompok tahfiz berfokus pada penguatan hafalan dan pemahaman ayat.
Kajian Tafsir Jalalain dilaksanakan selama satu jam setiap pekan. Santri putri mengikuti kegiatan pada Ahad pagi pukul 04.30–05.30 WIB di Aula Asrama Putri, sedangkan santri putra mengikuti pengajian pada Senin pagi pada waktu yang sama di Masjid Salahuddin Al-Ayyubi, Pesantren Sains Tebuireng.
Untuk memperluas jangkauan pembelajaran, kajian tersebut juga disiarkan secara langsung melalui akun TikTok Bab@ Arif. Dengan demikian, masyarakat di luar lingkungan pesantren berkesempatan mengikuti kajian tersebut melalui platform digital.
Program ini mencerminkan upaya pesantren mengintegrasikan pembiasaan ibadah, hafalan, dan pemahaman Al-Qur’an dalam kegiatan pendidikan sehari-hari. Hafalan tidak hanya diarahkan pada ketepatan pelafalan, tetapi juga pada pemahaman terhadap pesan yang terkandung dalam ayat-ayat suci.
Melalui kajian Tafsir Jalalain, Pesantren Sains Tebuireng berharap dapat membentuk generasi penghafal Al-Qur’an yang memiliki bacaan dan hafalan yang baik, memahami kandungan ayat, serta mampu menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Arif Khuzaini (SMP Sains Tebuireng)

Posting Komentar