Surprize Literasi, Cara SMP Darul Ulum 5 Jombang Tumbuhkan Budaya Baca


Suprize Literasi SMP Darul Ulum 5 Jombang


SMP Darul Ulum 5 Jombang memiliki cara kreatif untuk menumbuhkan minat baca siswa. Melalui program Surprize Literasi, siswa dan guru membaca selama 10 menit, kemudian peserta yang terpilih melalui undian mempresentasikan hasil bacaannya di hadapan warga sekolah.


Kegiatan yang digagas oleh Kaur Kurikulum, Lidiawatiningsih, dan dijalankan oleh Koordinator Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Khurrotul Insyiah, dilaksanakan di halaman sekolah pada Sabtu (17/10/2026). Program ini dirancang untuk membiasakan siswa membaca sekaligus melatih kemampuan memahami, menganalisis, dan menyampaikan gagasan dari bahan bacaan.


Sebelum kegiatan literasi dimulai, para siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari doa sebelum belajar, salat dluha, hingga lalaran Pondok Mudah dan Menyenangkan (Laron Munyeng) dengan melantunkan Surah Al-Waqi'ah. Setelah itu, siswa dan guru mengikuti kegiatan membaca bersama.


Dalam pelaksanaannya, peserta diberi waktu 10 menit untuk membaca buku pilihan masing-masing. Mereka kemudian menerapkan teknik 3B, yakni Bacaan, Bagian, dan Bayangkan. Peserta mencatat judul buku, memilih bagian atau kutipan yang menarik, lalu menjelaskan alasan memilih bagian tersebut serta pelajaran yang diperoleh.


Keunikan program ini terletak pada mekanisme undian untuk menentukan siswa yang tampil. Dengan cara tersebut, setiap peserta didorong untuk membaca secara sungguh-sungguh dan menyiapkan pemahamannya karena berpeluang diminta mempresentasikan hasil bacaan secara spontan.


Pada kegiatan kali ini, dua siswa kelas VIII terpilih, yakni Achmad Rizky Aliefiansyah dari kelas VIII B dan Ifatuz Zaqiyah dari kelas VIII A. Keduanya menyampaikan hasil refleksi dari buku yang dibaca.


Achmad Rizky Aliefiansyah, yang akrab disapa Alif, memilih buku berjudul Membangun Pengalaman pada Pembelajaran Seni Rupa. Ia tertarik pada bagian yang menjelaskan bahwa pengalaman belajar yang menyenangkan dan kaya eksplorasi lebih penting bagi anak daripada sekadar hasil karya.


Dari bacaan tersebut, Alif menyimpulkan bahwa proses pembelajaran jauh lebih penting daripada hanya berorientasi pada hasil akhir. Pemahaman itu menunjukkan bagaimana kegiatan membaca dapat membantu siswa menemukan makna dan menghubungkan isi bacaan dengan kehidupan sehari-hari.


Sementara itu, Ifatuz Zaqiyah atau Faza membagikan refleksi dari buku Sepatu Balet Dira. Ia memilih bagian yang mempertanyakan pentingnya memamerkan sepatu dibandingkan dengan tujuan utama bersekolah, yaitu belajar.


Faza menarik pelajaran bahwa seseorang seharusnya mengutamakan fungsi daripada gengsi. Kedua siswa tersebut mendapat apresiasi dari guru dan teman-temannya atas keberanian menyampaikan pendapat serta kemampuan mengambil pesan dari bacaan.


Kepala SMP Darul Ulum 5 Jombang, Idatul Masfufah, mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, budaya membaca penting untuk membangun wawasan dan memperkuat karakter peserta didik.


“Pembelajaran paling mendasar bagi seorang Muslim diawali dengan perintah Iqra, bacalah. Bacalah, maka pemikiranmu akan terbuka, hatimu akan tergerak, dan derajatmu akan diangkat melalui pengetahuan,” tuturnya.


Melalui Surprize Literasi, sekolah berharap kegiatan membaca tidak berhenti pada kebiasaan menyelesaikan buku. Siswa juga didorong untuk memahami isi bacaan, memilih informasi penting, menyusun kesimpulan, dan mengomunikasikan gagasan secara percaya diri.


Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung peningkatan kemampuan literasi siswa, sebagaimana tercermin dalam Rapor Pendidikan. Dengan menggabungkan kegiatan membaca, refleksi, dan presentasi, literasi diharapkan menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi pembelajaran. 


Penulis

Binti Muamalah, S.Pd.I
GPAI SMP Darul Ulum 5 Jombang







Komentar

Lebih baru Lebih lama